Sabtu 18 April 2026 - 16:43
Pemimpin Tertinggi Revolusi: Angkatan Bersenjata dengan Gagah Berani Pertahankan Negara Iran

Hawzah/ Pemimpin Tertinggi Revolusi dalam sebuah pesan, sambil mengucapkan selamat Hari Angkatan Bersenjata, menegaskan: Angkatan bersenjata Islam dengan gagah berani mempertahankan perairan, tanah air, dan bendera yang menjadi miliknya.

Berita Hawzah – Yang Mulia Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, dalam sebuah pesan, selain menyampaikan ucapan selamat Hari Angkatan Darat kepada seluruh personel militer beserta keluarga mereka yang terhormat dan bangsa besar Iran, menyatakan bahwa kemenangan Revolusi Islam merupakan akhir dari masa kelemahan yang dipaksakan musuh terhadap angkatan bersenjata, serta menyinggung keberanian-keberanian terbaru dalam membela daratan, perairan, dan bendera Iran.

Beliau juga, bertepatan dengan peringatan hari kelahiran pemimpin besar yang syahid tersebut, dalam bagian lain pesannya menyinggung upaya-upaya beliau dalam menjaga eksistensi angkatan bersenjata dari seruan jahat pembubarannya, serta kemudian dalam meningkatkan kemampuan-kemampuannya.

Teks lengkap pesan tersebut adalah sebagai berikut:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang kokoh.” (QS. Ash-Shaff: 4)

Tanggal 29 Farvardin (18 April), hari kelahiran yang penuh berkah bagi Angkatan Darat Republik Islam Iran yang ditetapkan dengan kebijaksanaan Imam Khomeini (ra), saya ucapkan selamat kepada seluruh anggota angkatan bersenjata, keluarga mereka yang terhormat, serta bangsa besar Iran.

Kemenangan Revolusi Islam merupakan garis pemisah antara dua periode dalam kehidupan angkatan bersenjata, dan harus dipandang sebagai akhir dari masa kelemahan yang dipaksakan oleh musuh-musuh tanah air ini serta oleh para pengkhianat internal terhadap angkatan bersenjata dan para prajuritnya yang gagah berani dan tulus. Sejak saat itu, angkatan bersenjata berdiri di tempat yang semestinya; tidak lagi menjadi milik rezim tirani dan korup Pahlavi, melainkan berada dalam pelukan hangat rakyat. Sesungguhnya, angkatan bersenjata adalah anak dari rakyat dan lahir dari rumah-rumah mereka. Tak lama kemudian, angkatan bersenjata berdiri menghadapi rencana jahat Amerika, sisa-sisa rezim Pahlavi, serta kaum separatis yang menginginkan Iran terpecah, dan menciptakan berbagai epik kepahlawanan.

Kini, angkatan bersenjata Islam, sebagaimana dalam dua perang yang dipaksakan sebelumnya, dengan gagah berani membela daratan, perairan, dan bendera yang menjadi miliknya. Dengan bersandar pada kekuatan ilahi dan dukungan rakyat, serta dalam barisan yang rapat dan kokoh, bersama para pejuang lainnya dalam angkatan bersenjata, mereka berhadapan langsung dengan dua kekuatan utama di garis depan kubu kekafiran dan kesombongan global, serta memperlihatkan kelemahan dan kehinaan mereka di hadapan dunia. Sebagaimana pesawat tanpa awak menghantam para penjahat Amerika dan Zionis laksana petir, angkatan lautnya yang gagah juga siap menimpakan kekalahan-kekalahan baru yang pahit kepada musuh-musuh.

Di sisi lain, tanggal 29 Farvardin juga merupakan hari kelahiran sosok tunggal pada zamannya, pemimpin besar kita yang syahid; seseorang yang sejak dekade pertama revolusi telah berupaya paling besar dalam menjaga angkatan bersenjata dari seruan jahat pembubarannya, dan kemudian meningkatkan kemampuan-kemampuannya dalam berbagai bidang.

Tanpa diragukan, jalur peningkatan berbagai kemampuan institusi rakyat yang autentik ini, yang menjaga wilayah dari timur hingga barat dan dari utara hingga selatan negara, harus terus diikuti secara lebih intensif, dan dengan izin Allah, dalam waktu dekat langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkannya akan dikeluarkan.

Dalam perjalanan ini, perhatian terhadap sosok para pahlawan yang dalam beberapa generasi kepemimpinan selama lima dekade terakhir telah membimbing dan memimpin angkatan bersenjata—dan banyak di antara mereka gugur sebagai syuhada—serta program, tindakan, dan ketulusan mereka, akan menjadi pelajaran dan inspirasi bagi seluruh komponen angkatan bersenjata. Dari tokoh-tokoh besar seperti Qarani, Fallahi, Namjou, Fakouri, Babaei, Sattari, Ardestani, dan Sayyad Shirazi, hingga para syuhada terkemuka terakhir seperti Sayyid Aburrahim Mousavi dan Aziz Nasirzadeh.

Salam dan rahmat Allah Yang Mahatinggi atas seluruh pejuang angkatan bersenjata Republik Islam Iran, dari para jenderal dan komandan hingga para personel dan prajurit yang diam dan tak dikenal; serta salam dan rahmat-Nya atas para pejuang yang berkorban dan para veteran; dan salam serta rahmat khusus-Nya atas keluarga yang mulia dari seluruh syuhada dalam perang yang dipaksakan oleh Amerika dan rezim Zionis terhadap bangsa besar Iran.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha